Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

AddThis Social Bookmark Button

PANDUAN MENGAJUKAN "WINNING" PROPOSAL UNTUK PEMILIHAN "109 INOVASI INDONESIA - 2017"

Untuk meningkatkan kualitas proposal yang diajukan untuk mengikuti Pemilihan "109 Inovasi Indonesia - 2017", BIC menerbitkan panduan bagi para Inovator yang ingin mengajukan karya inovasinya, agar penilaian para Juri lebih menggambarkan potensi dan keunggulan karya inovasi.  

 
Silakan ikuti petunjuk di bawah ini untuk memperbesar peluang proposal inovasi Anda menjadi WINNING PROPOSAL. Segera ajukan karya inovasi Anda, dan pastikan proposal lengkap telah tersimpan di database BIC sebelum tanggal 31 Mei 2017. 
 
Salam inovasi ! 
 
Catatan : Berikut dilampirkan juga poster "109 Inovasi Indonesia - 2017" sebagai bahan publikasi yang dapat disebarluaskan
 

SOSIALISASI "109 INOVASI INDONESIA - 2017" DI UNIVERSITAS INDONESIA

 
Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (DIIB-UI) mengemban tugas pengembangan inovasi, kewirausahaan, dan kekayaan intelektual di lingkungan UI. Visi DIIB adalah menjadi pemeran aktif dalam meningkatkan inovasi dan kewirausahaan di lingkungan UI, untuk menghadapi tantangan berskala nasional dan bahkan global. 
 
Pimpinan DIIB Dr. Taufiq W. Priambodo pada sambutannya menetapkan, bahwa prestasi UI sebagai "penyumbang" inovator terpilih pada "109 Inovasi Indonesia-2017" adalah target penting untuk dicapai tahun ini. Ini merupakan salah-satu upaya UI meningkatkan daya saing sivitas akademikanya di tataran seleksi inovasi tingkat nasional. Dr. Taufiq optimis, bahwa potensi para inovator UI sebenarnya jauh lebih besar dari yang pernah diketahui publik, apalagi dibanding yang berhasil mencapai tahap komersialisasi.  
 
Untuk itu, DIIB mengundang BIC pada Temu Inovator UI, dengan tema "Sosialisasi / Workshop Program 109 Inovasi Indonesia 2017", yang diselenggarakan pada 27 April 2017 bertempat di ILRC UI. Pada acara ini diundang para Manajer Riset Fakultas di UI, para inovator-inovator yang terdaftar dalam database DIIB, para pemenang kompetisi inovasi mahasiswa UI, serta para pemilik paten potensial yang dimiliki SubDit KI DIIB UI.

MEMBUAT RENCANA / PROPOSAL BISNIS

 
Salah satu tantangan penting intermediasi / hilirisasi inovasi adalah untuk membantu inovator / entrepreneur berbasis teknologi dalam membuat Rencana atau Proposal Bisnis yang menarik bagi calon investor / mitra bisnis. Proposal yang "menarik", atau sering dibilang "making the first cut" artinya cukup berhasil membuat investor / mitra bisnis untuk "tertarik" mempelajari Proposal Bisnis ke tahap lebih lanjut, dan pada akhirnya menawarkan kerjasama / pembiayaan. Proposal yang tidak berhasil "making the first cut" praktis tidak berpeluang lagi untuk dilirik oleh para investor / mitra bisnis. 
 
Pada 27 April 2017 lalu, BIC diundang perhimpunan wirausahawan start-up SIBISCO untuk berbagi kiat tentang "Membuat Rencana / Proposal Bisnis". Pada acara sharing tersebut, disampaikan kiat-kiat Dr. Joe Hadzima "The Nuts & Bolts of Business Plans", yang disarikan dari pengalaman pusat kewirausahaan MIT Sloans School of Business (USA). Dr. Hadzima adalah salah seorang narasumber BIC pada program GIST (2012). 
 
Pada paparan tersebut, BIC secara tak langsung menyampaikan kriteria penilaian proposal inovasi yang telah digunakan BIC dalam pemilihan 100+ Inovasi Indonesia sejak tahun 2008. Ke delapan kriteria penilaian proposal tersebut secara komprehensif mewakili hal-hal yang dinilai menarik oleh investor / mitra bisnis, saat mempelajari proposal bisnis, khususnya proposal inovasi bisnis.    
 
(KS 02/05/17)

IFIC STAKEHOLDERS MEETING : MELANJUTKAN PRAKARSA INOVASI DI SEKTOR PANGAN

Inovasi pangan diyakini menjadi faktor strategis untuk menunjang ketahanan pangan nasional, sekalipun nyatanya, kita belum banyak menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Padahal, sebagai penyumbang GDP terbesar ekonomi Indonesia, sektor ini  berpotensi memainkan peranan penting dalam global food value chain.  Wacana ini disampaikan oleh Adhi S. Lukman sebagai Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), yang memprakarsai pendirian IFIC (Indonesian Food Innovation Centre).

Sebagai langkah nyata meningkatkan kuantitas dan kualitas inovasi Indonesia di sektor pangan,  GAPMMI dan BIC, didukung oleh The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Australia (CSIRO),  melanjutkan prakarsa IFIC dengan menyelenggarakan IFIC Stakeholders Meeting, pada hari Kamis, 16 Maret 2017 yang baru lalu.

Berbagai stakeholders bidang pangan yang mewakili unsur A-B-G (Academic-Business-Government), diundang dalam diskusi, untuk menghimpun  masukan-masukan tentang peran IFIC dalam ranah inovasi pangan di Indonesia. Diantara 26 stakeholders yang hadir, termasuk  A. Riyanto mewakili Kementrian Perindustrian, Prof. Aman Wirakartakusumah (AIPI) sebagai seorang pakar Food Technology dan anggota AIPI, Alisjahbana Haliman (CEO & Founder PT Haldin Pacific Semesta), dan Dr. Matthew Durban (AUSTRADE, Australia).

Sebagai perwakilan dunia bisnis/industri, Ali Haliman menilai kendala utama berinovasi di sektor pangan di Indonesia terletak di sektor hulu, yaitu kehandalan pasok bahan industri pangan, yang sampai saat ini masih tergantung pada pasokan impor.  Prof. Aman selaku representasi akademisi berpendapat bahwa inovasi di bidang kelembagaanlah yang justru menjadi penghambat hilirisasi inovasi.  Diskusi berlangsung hampir dua jam, telah berhasil menampung berbagai masukan bagi IFIC, yang disampaikan dari berbagai sudut pandang.

Sebagai kesimpulan, IFIC diharapkan agar dapat menjadi “jembatan” antara  Lembaga LitBang di Indonesia atau bahkan di seluruh dunia, dengan para pelaku inovasi di industri pangan;  untuk mengembangkan solusi dan inovasi yang efektif demi membangun daya saing industri pangan nasional, baik di hulu maupun di hilir. Lebih lanjut, IFIC juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah, dalam kebijakan-kebijakan di sektor industri pangan agar lebih efektif dan tepat sasaran; melalui data analisis pangan yang tajam dan reliable/terpercaya. (KS/170317)

IMERI : Prakarsa Terobosan dalam Hilirisasi Inovasi Sektor Kesehatan di Indonesia

 
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai lembaga pendidikan terkemuka dalam bidang Kesehatan di Indonesia, memprakarsai pendirian Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI). Prakarsa ini diharapkan bisa menjadi terobosan bagi upaya hilirisasi inovasi dalam bidang kesehatan - termasuk inovasi dalam bidang obat-obatan, alat kesehatan dan alat diagnostik; yang selama ini terkendala oleh sangat langkanya layanan, sarana, maupun pembiayaan untuk melakukan uji klinik / medis dengan benar.
 
IMERI diharapkan dapat mewadahi, dan secara pro-aktif mendorong aktivitas kerjasama riset klinis dalam inovasi dan pengembangan teknologi kesehatan antar-disiplin dan multi-disiplin; suatu prasyarat "fundamental" dalam inovasi sektor kesehatan.
 
Untuk memperkenalkan program-program inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan klaster-klaster layananIMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan “1st Open Innovation IMERI (OI-IMERI)”, pada  tanggal11 sampai 13 Maret 2017, bertempat di gedung IMERI yang baru di FKUI-Salemba, Jakarta.  
 
 
Direktur Eksekutif BIC, Kristanto Santosa, diundang menjadi salah seorang narasumber dalam kegiatan OI-IMERI, untuk mengulas tentang peluang dan tantangan dalam pembiayaan dan industrialisasi penelitian di Indonesia. (KS/170317)

 

BIC & GAPMMI MEMPRAKARSAI PENDIRIAN IFIC

Dalam rangka mendukung prakarsa hilirisasi inovasi sektor pangan dan pertanian di Indonesia, BIC dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), dengan dukungan dari The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Australia (CSIRO), memprakarsai didirikannya Indonesia Food Innovation Center (IFIC). Organisasi IFIC yang baru saja dibentuk ini, telah ditetapkan menjadi salah satu "early outcomes" IA-CEPA (Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement), yang perundingannya saat ini masih berlangsung.

Untuk memperkenalkan IFIC ke kalangan dunia usaha Indonesia dan Australia; Kristanto Santosa telah diundang menjadi salah satu pembicara panel, untuk menyampaikan presentasi tentang prakarsa IFIC di depan forum Indonesia Australia Business Week (IABW) – 2017, yang dilaksanakan baru-baru ini di Jakarta. Para panelis (dari kiri-ke-kanan): Alick Osborne (Direktur Australia Export Grain Innovation Center / AEGIC), Heru Wibawa Sumali (Presiden Direktur PT So Good Food (Japfa); Kristanto Santosa (BIC), Adhi S Lukman (Ketua GAPMMI), dan Archie Slamet (Direktur Eksekutif CSIRO Indonesia) yang bertindak sebagai panel moderator. (KS/090317)

PEMILIHAN “109 INOVASI INDONESIA – 2017” RESMI DIBUKA

Sebagai serial ke-10 dari dari pemilihan 100+ Inovasi Indonesia sejak 2008 BIC kembali mengundang para inovator terbaik Indonesia untuk ikut dalam seleksi “109 Inovasi Indonesia-2017”. Karya inovasi yang terpilih akan diterbitkan untuk disebar-luaskan ke seluruh pelosok Indonesia, dan mengundang pada investor, sponsor, maupun peminat inovasi lainnya untuk mendukung hilirisasi/komersialisasi karya inovasi terpilih sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Seleksi 109 Inovasi Indonesia-2017 tahun ini direncanakan dengan jadwal sebagai berikut:

  1. Batas akhir Pengajuan Proposal (Baru) "109 Inovasi Indonesia-2017": 31 Mei 2017
  2. Proses Review termasukpenyempurnaan proposal sampai tanggal: 15 Juni 2017
  3. Proses Seleksi / Penjurian  tanggal: 15 Juli 2017
  4. Pengumuman 109 Proposal Terpilih, tanggal: 10 Agustus 2017
  5. Penerbitan 109 Inovasi Indonesia-2017": 31 Oktober 2017

Para Inovator yang telah berpartisipasi pada seri seleksi 100+ Inovasi sebelumnya (seri 100 – 108) dapat mengajukan lagi proposal mereka ke seleksi “109 Inovasi Indonesia – 2017”, dengan ketentuan bukan merupakan pengulangan dari proposal yang telah terpilih. Hingga saat ini (3 Maret 2017), database seleksi BIC telah menerima 306 proposal inovasi “Baru”, dan 403 proposal inovasi terdahulu dengan status “Revisi”, untuk bisa kembali bertarung pada seleksi 109 Inovasi Indonesia – 2017”.

Pemilihan “109 Inovasi Indonesia – 2017” merupakan event istimewa bagi inovator Indonesia, karena tahun ini BIC akan secara kumulatif memilih 1.045 karya inovator terbaik Indonesia, dengan target kumulatif 5.000 proposal terdaftar di database inovasi BIC. Untuk itu BIC merencanakan menerbitkan edisi bundle terbatas 100+ Inovasi Indonesia (2008 – 2017) yang memuat keseluruhan dari 1.045 karya inovator Indonesia yang pernah diterbitkan dalam satu edisi bundle 10 buku sekaligus. Untuk itu, jangan lewatkan kesempatan Anda untuk menjadi salah satu Jawara Inovasi Indonesia di edisi 10 tahun terbitan 100+ Inovasi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana untuk menjadi Jawara Inovasi Indonesia, silakan pelajari kisi-kisi yang tersedia di situs BIC ini, atau kirim pertanyaan Anda melalui email ke: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  

Salam Inovasi!

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Berita Inovasi